WelCome 2 My BloG

June 3, 2006

Tips Sidang TA

Filed under: Electrical Engineering, Science - pras ari @ 2:57 am

Gby_basmnsk



Siapapun boleh mencobanya. Saya hanya ingin berbagi.
Ada beberapa yang perlu diperhatikan:

Sebelum sidang:

  1. Pastikan jadwal sidang. Jangan sampe salah dan lupa jam, tanggal, dan tempatnya.

  2. Perhatikan hal2 yang berkaitan dengan peraturan sidang.

  3. Cari info juga tentang dosen yang akan menguji, gimana si beliau? Biar ga kaget. Paling tidak kita bisa siapin sesuatu bwt ngadepin beliau.

  4. Siapin semuanya yang berkaitan dengan materi yang akan disidangkan. Bisa jadi dosen penguji itu nanya hal yang simpel yang ga kebayang bakalan ditanyain. Misal tentang pengertian suatu istilah. Bagusnya kita paham tentang semua materinya, jadi klo diajak muter2 ama pengujinya bisa tetap fokus.

  5. Alat bantu untuk presentasi, pastikan udah ada dan sesuai kebutuhan. Slide presentasi, transparansi, S/w atau produk yg dihasilkan, komputer, dsb.

  6. Siapkan beberapa kemungkinan yang akan bisa terjadi. Misalnya: CD-nya ga’ bisa dibuka atau tiba-tiba komputernya error.

  7. Back up dokumen  TA, jangan sampe ga punya. Baik hard copy maupun soft copy-nya.

  8. Jangan lupa latihan persentasi di depan temen2, minta mereka mengomentari cara kita menyampaikan dan menanyakan sesuatu tentang TA yang kita bwt. Anggap aja mereka penguji dan tidak tau apa2 tentang TA kita. Teman yang beda jurusan bisa dimintai bantuannya. Siapa tau pertanyaan yang mereka ajukan juga ditanyain oleh penguji.

  9. Buat yang malamnya begadang. Jangan nunjukin muka kusutnya ya… Ntar malah jadi pertanyaan penguji… Klo bisa jangan begadang, idealnya 1 atau 2 hari sebelum sidang, jalan2 atau refresing.

  10. Buku yang digunakan sebagai referensi TA, harus dibawa. Minimal punya fotokopiannya. Referensi dari internet juga harus dipersiapkan. Buat jaga-jaga klo ditanyaain penguji.

  11. Yang ga kalah pentingnya juga. Jangan lupa jaga kesehatan. Klo sampe sakit…. Ah… jangan sampe ah.. pokoknya jangan titik.

  12. Buat yang berkelompok. Selalu ikat patner kita. Apapun yang terjadi..Ok!!

  13. Untuk menghilangkan perasaan tegang…. perbanyak tilawah Al-Qur’an.. dan dzikir kepada Allah Saat sidang:

  1. Gunakan pakaian yang sesuai. Rapi dan sopan. Jangan sampe bingung cari2 jasket saat mau berangkat sidang gara2 ketuker ama temen satu kos. Bisa2 telat berangkat nanti.

  2. Saat presentasi anggap aja penguji belum tau apa-apa tentang yang mw dipresentasikan. Cara ini bisa mengurangi rasa gugup.

  3. Jangan terus-terusan baca slide saat presentasi, harus hafal apa yang mau dipresentasikan.

  4. Jangan nunjukin muka tegang ato bingung saat ga bisa jawab pertanyaan saat sidang. Santai aja.. dengan senyum, jawab aja dengan jujur tapi jangan merendahkan.

  5. Buat yang berkelompok, jika patner kita ga bisa jawab pertanyaan penguji. Boleh mengajukan diri, asal dengan cara yang baik. Misal dengan bilang,"Boleh saya bantu Pak?". Tapi jangan cari muka. Kerja masing-masing personal akan terlihat. Apapun yang terjadi lindungi patner, jangan menjatuhkan. Klo jatuh sendiri gimana..?

  1. Kuasai situasi yang ada, perhatikan penguji maupun pembimbing. Jangan bermuka bete dihadapan mereka. Walau mereka terlihat lebih serius.

  2. Jangan lupa berdo’a sebelum berangkat sidang dan minta do’a restu Ortu. Semoga diberikan kemudahan saat proses sidang dan ketenangan. ("Tidak duduk suatu kaum sambil berzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi oleh malaikat, dinaungi oleh rahmat, diberikan ketenagan & Allah akan menyebut (nama) mereka yang disisi-Nya." HR-Muslim).

Point-point diatas didapat setelah mengikuti beberapa sidang di kampus. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Klo ada yang kurang tambahin sendiri aja ya..

Referensinya dari berbagai sumber : pengalaman sidang proyekI&II serta PKL, dari dosen dan semua pihak yang terkait. Klo disebutin khawatir ga kesebut semua.

Semoga bermanfaat ^_^

Kenapa Harus Berdzikir?

Filed under: Dinul Islam - pras ari @ 1:25 am
Berikut beberapa manfaat bisa kita dapatkan dari berdzikir :
1. Membuat hati menjadi tenang. Allah berfirman, ”Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar Ra’d : 28) Banyak orang yang ketika mendapat kesulitan maka mereka mencari cara - cara yang salah untuk dapat mencapai ketenangan hidup. Diantaranya dengan mendengarkan musik yang diharamkan Allah, meminum khamr atau bir atau obat terlarang lainnya. Mereka berharap agar bisa mendapatkan ketenangan. Yang mereka dapatkan bukanlah ketenangan yang hakiki, tetapi ketenangan yang semu. Karena cara - cara yang mereka tempuh dilarang oleh Allah dan Rasul - Nya.Ingatlah firman Allah Jalla wa ‘Ala di atas, sehingga bila kita mendapat musibah atau kesulitan yang membuat hati menjadi gundah, maka ingatlah Allah, insya Allah hati menjadi tenang.
2. Mendapatkan pengampunan dan pahala yang besar. “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab : 35)
3. Dengan mengingat Allah, maka Allah akan ingat kepada kita. Allah berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan)”. (Al Baqarah : 152)
4. Dzikir itu diperintahkan oleh Allah agar kita berdzikir sebanyak - banyaknya. Firman Allah ‘Azza wa Jalla “Hai orang - orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak - banyaknya. Dan bertasbihlah kepada - Nya di waktu pagi dan petang.” (Al Ahzab : 41 - 42)
5. Banyak menyebut nama Allah akan menjadikan kita beruntung. “Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (Al Anfal : 45) Pada Al Qur’an dan terjemahan cetakan Al Haramain terdapat footnote bahwa menyebut nama Allah sebanyak - banyaknya, maksudnya adalah memperbanyak dzikir dan doa.
6. Dzikir kepada Allah merupakan pembeda antara orang mukmin dan munafik, karena sifat orang munafik adalah tidak mau berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit saja. (Khalid Al Husainan, Aktsaru min Alfi Sunnatin fil Yaum wal Lailah, Daar Balansiyah lin Nasyr wat Tauzi’, Riyadh, Terj. Zaki Rahmawan, Lebih dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Bogor, Cetakan I, Juni 2004 M, hal. 158). Allah berfirman, “Sesungguhnya orang - orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An Nisaa’ : 142)
7. Dzikir merupakan amal ibadah yang paling mudah dilakukan. Banyak amal ibadah yang sebetulnya mudah untuk kita lakukan. Semisal : · Membaca basmillah ketika akan makan / minum · Membaca doa keluar / masuk kamar mandi · Membaca dzikir - dzikir sewaktu pagi dan petang · Membaca doa keluar / masuk rumah · Membaca doa ketika turun hujan · Membaca dzikir setelah hujan turun · Membaca doa ketika berjalan menuju masjid · Membaca dzikir ketika masuk / keluar masjid · Membaca hamdalah ketika bersin · Membaca dzikir - dzikir ketika akan tidur · Membaca doa ketika bangun tidur Dan lain - lain banyak sekali amalan yang mudah kita lakukan. Bila kita tinggalkan, maka rugilah kita berapa banyak ganjaran yang harusnya kita dapat, tetapi tidak kita peroleh padahal itu mudah untuk diraih. Coba saja hitung berapa banyak kita keluar masuk kamar mandi dalam sehari?

May 20, 2006

Saudariku, Berjilbablah Sesuai Ajaran Nabimu !

Filed under: Dinul Islam - pras ari @ 10:01 am

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara berpakaianpun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justeru jelek menurut Alloh. Alloh berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allohlah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqoroh : 216). Oleh karenanya marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai cara berpakaian.

Perintah dari atas langit
Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab sesuai syari’at. Alloh berfirman, “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (Al Ahzab : 59).
Ketentuan jilbab menurut syari’at
Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom (bukan ‘muhrim’, karena muhrim berarti orang yang berihrom) yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh penyimpangannya, semoga Alloh memudahkan kita untuk memahami kebenaran dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.
1.
Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab : 59, An Nuur : 31). Selain keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali-red.
2.
Bukan busana perhiasan yang justeru menarik perhatian seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik !!! ; ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama muslimin. Sadarlah wahai kaum muslimin…
3.
Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.
4.
Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian” (HR. Muslim). Kalau pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung ?!. Wallohul musta’an.
5.
Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori).
6.
Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiasa memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah pakaian yang menjadi ciri mereka.
7.
Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas wahai saudariku ? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini?. Wallohul muwaffiq.

May 16, 2006

Melejitkan Potensi Diri, Meraih Kesempurnaan

Filed under: Dinul Islam - pras ari @ 2:05 am

[Petikan Faedah Surat Al Fatihah]

Oleh: Abu Muslih Ari Wahyudi (Mahasiswa UGM, Staf Pengajar LBIA)
Murojaah: Ustadz Abu Saad, M.A.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, tidaklah Alloh menurunkan baik di dalam taurat, di dalam Zabur, di dalam Injil, tidak juga di dalam Al Furqan (Al Quran) sebuah surat yang seperti ini, sesungguhnya ia adalah As Sab’ul Matsaani (Al Fatihah) (Shahih, HR. Tirmidzi, 5/2875, disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi, lihat Tafsir Ibnu Katsir jilid 1 hal 13)

Manusia itu memiliki dua potensi kekuatan: kekuatan ilmiah nazhariyah (pengetahuan dan pemikiran) dan kekuatan ‘amaliah iradiyah (perbuatan dan kehendak). Kebahagiaan yang sempurna bagi manusia sangat tergantung pada penyempurnaan kedua kekuatan ini; kekuatan ilmiah/pengetahuan dan kekuatan iradiyah/kehendak.

Kiat Menyempurnakan Kekuatan Ilmiah
Cara untuk menyempurnakan kekuatan ilmiah hanya bisa dilakukan dengan:

1. Mengenali Zat Yang telah menciptakan dirinya, Nama-nama dan Sifat-sifatNya,
2. Mengetahui jalan yang bisa mengantarkan kepada-Nya,
3. Harus mengerti berbagai rintangan jalan tersebut,
4. Harus mengenali dirinya sendiri,
5. Mengetahui aib-aib yang dimilikinya.

Dengan lima pengetahuan inilah seorang manusia akan bisa memperoleh kesempurnaan kekuatan ilmiah. Orang yang paling berilmu adalah orang yang paling mengerti dan paling paham tentang-Nya.

Kiat Menyempurnakan Kekuatan Amaliah
Sedangkan untuk menyempurnakan kekuatan amaliah iradiyah hanya bisa diraih dengan menjaga hak-hak Alloh subhanahu wa ta’ala yang harus ditunaikan hamba (tauhid dan taat) dan menegakkannya dengan ikhlas, shidq (jujur dan benar), penuh nasihat, ihsan, mutaba’ah (mengikuti tuntunan) dan menyadari serta mengakui karunia Alloh kepada dirinya, menyadari kekurangan dirinya dalam menunaikan hak-hakNya. Sehingga dia pun merasa malu menghadap-Nya dengan pengabdian (yang kurang) seperti itu karena dia menyadari bahwa pengabdiannya itu belum bisa memenuhi hak-Nya sebagaimana seharusnya, bahkan jauh sekali di bawah semestinya.

Tanpa Pertolongan Alloh Itu Tak Mungkin Diraih
Tidak mungkin seorang manusia menempuh jalan untuk menyempurnakan kedua kekuatan ini kecuali dengan pertolongan Alloh. Allohlah yang memberikan hidayah kepadanya menuju jalan yang lurus/shirathul mustaqim; jalan yang diajarkan Alloh kepada wali-waliNya dan mereka mendapat keistimewaan dengan menempuhnya, Allohlah yang bisa menjauhkan dirinya dari melenceng keluar dari jalan tersebut. Penyimpangan dari jalan lurus itu bisa terjadi dengan rusaknya kekuatan ilmiahnya sehingga dia terjatuh dalam kesesatan. Atau juga penyimpangan itu terjadi karena rusaknya kekuatan amaliahnya sehingga dia berhak mendapatkan murka.

Maka kesempurnaan dan kebahagiaan insan tidak mungkin tercapai kecuali dengan terkumpulnya seluruh perkara ini tadi (kekuatan ilmiah dan amaliah serta pertolongan Alloh). Surat Al Fatihah telah mencakup perkara-perkara ini dan menatanya dengan sedemikian bagusnya.

Ushul Asma’ul Husna

Firman Alloh Ta’ala,

{ الحمد لله رب العالمين. الرحمن الرحيم. مالك يوم الدين}

“Segala puji bagi Alloh Robb penguasa alam, Yang Maha pemurah lagi Maha penyayang, Raja penguasa pada hari pembalasan” (QS Al Fatihah : 2-4)

Ayat-ayat ini mengandung landasan yang pertama yaitu mengenali Robb ta’ala, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan perbuatan-perbuatanNya. Nama-Nama Alloh yang tercantum dalam surat ini adalah ushul asma’ul husna (pokok Asma’ul Husna) yaitu: Alloh, Ar Rabb dan Ar Rahman. Makna-makna semua Nama Alloh intinya berpusat pada nama-nama ini.

Nama Alloh mengandung sifat Uluhiyah. Alloh, dialah yang berhak dipertuhankan dan diibadahi, yang berhak diesakan dalam beribadah karena berbagai macam sifat ketuhanan melekat di dalam diri-Nya, dan itu semua merupakan sifat kesempurnaan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).

Nama Ar Rabb mengandung sifat Rububiyah. Rabbul ‘Aalamin artinya Zat yang mentarbiyah seluruh alam. Tarbiyah Alloh kepada makhluk-Nya ada dua macam :

1. Tarbiyah ‘aammah/umum
2. Tarbiyah khaashshah/khusus

Tarbiyah Umum Dan Khusus
Tarbiyah umum yaitu: penciptaan seluruh makhluk, pemberian rezeki kepada mereka, pemberian petunjuk guna mencapai kemaslahatan hidup mereka selama di dunia.
Sedangkan tarbiyah khusus adalah: tarbiyahNya kepada wali-waliNya. Wali Alloh adalah hamba-hambaNya yang beriman dan senantiasa bertakwa kepada-Nya.

Alloh mentarbiyah mereka dengan keimanan, memberikan taufik kepada mereka untuknya, menyempurnakan iman itu bagi mereka. Alloh menyingkirkan berbagai rintangan dan penghalang yang menghalangi hubungan mereka dengan-Nya. Hakikat dari tarbiyah khusus ini adalah: tarbiyah taufik untuk bisa mencapai segala kebaikan dan terlindungi dari berbagai macam kejelekan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).

Nama Ar Rahman mengandung sifat ihsan, pemurah dan pemilik kebaikan. Ibnul Mubaarak rohimahulloh mengatakan, “Ar Rahman apabila diminta pasti memberi dan apabila tidak diminta akan murka”. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi, “Barang siapa yang tidak meminta kepada Alloh maka Alloh murka kepadanya” (shahih, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ 2418, lihat Tafsir Ibnu Katsir 1/27).

Inti Penghambaan

Firman Alloh ta’ala,

{ إيّاك نعبد و إيّاك نستعين}

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami minta pertolongan” (QS Al Fatihah: 5)

Ayat ini mengandung keharusan mengetahui jalan yang mengantarkan kepada Alloh, jalan itu adalah dengan beribadah kepada-Nya saja dengan segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi-Nya serta senantiasa memohon pertolongan-Nya dalam menunaikan ibadah kepada-Nya.

Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Alloh, baik berupa perkataan maupun perbuatan; yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan ibadah hanya akan dianggap/diterima sebagai ibadah apabila:

1. Diambil dari tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan
2. Dikerjakan dengan niat mengharap keridhoan Alloh.

Disebutkannya ibadah sebelum isti’anah (minta tolong) demi mendahulukan hak Alloh atas hak hamba. Karena isti’anah itu sebenarnya termasuk ibadah maka penyebutan isti’anah setelah ibadah dalam ayat ini merupakan penyebutan sesuatu yang lebih luas cakupannya sebelum sesuatu yang lebih sempit cakupannya.

Kenapa isti’anah disebutkan padahal isti’anah juga termasuk ibadah, jawabnya adalah: karena setiap hamba sangat membutuhkan pertolongan Alloh dalam melaksanakan seluruh ibadahnya. Jika seandainya Alloh tidak menolong dirinya niscaya dia tidak akan bisa mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).

Shirathal Mustaqim

Firman Alloh ta’ala,

{اهدنا الصراط المستقيم}

“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS Al Fatihah : 6)

Ayat ini mengandung penjelasan bahwa seorang hamba tidak memiliki jalan untuk meraih kebahagiaannya kecuali dengan istiqomah meniti shirathal mustaqim, dan tidak ada jalan menuju istiqomah di atas shirathal mustaqim kecuali dengan hidayah dari-Nya.

Hakikat jalan yang lurus adalah: mengenali kebenaran dan mengamalkannya. Hidayah itu ada dua, hidayah ila shirath dan hidayah fii shirath. Hidayah ila shirath yaitu petunjuk menuju jalan yang lurus; tetap berpegang dengan agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya. Sedangkan hidayah fii shirath adalah petunjuk untuk bisa melaksanakan berbagai rincian ajaran agama Islam dengan bentuk ilmu dan pengamalan (Taisir Karimirrahman, hal. 39).

Di dalam ayat ini juga terkandung bantahan bagi seluruh kalangan pembela kebid’ahan dan para pengibar bendera kesesatan, sebab setiap ahli bid’ah dan orang sesat adalah sosok yang menyimpang dari jalan yang lurus (lihat Taisir, hal. 40).

Bukan Yang Dimurkai Dan Sesat

Firman Alloh ta’ala,

{ غير المغضوب عليهم ولا الضالّين}

“Bukan jalannya orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat” (QS Al Fatihah: 6)

Ayat ini mengandung penjelasan dua sisi penyimpangan dari jalan yang lurus. Menyimpang ke sisi yang satu akan menjerumuskannya ke dalam kesesatan yaitu rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan menyimpang ke sisi yang lainnya akan menjerumuskannya ke dalam kemurkaan yang timbul karena rusaknya niat dan amalan.

Orang-orang yang dimurkai adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran tapi justru meninggalkannya, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi. Sedangkan orang-orang yang tersesat adalah orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena kebodohan/tidak mau tahu seperti yang terjadi pada orang-orang Nasrani (Taisir Karimirrahman, hal. 39).

Maka bagian awal dari surat ini mengandung rahmat, bagian tengahnya mengandung hidayah dan bagian akhirnya mengandung nikmat. Jatah nikmat hakiki yang diperoleh hamba itu sesuai dengan kadar hidayah yang diterimanya. Begitu pula jatah hidayahnya sesuai dengan kadar rahmat yang dianugerahkan kepadanya, sehingga urusan ini akhirnya semua kembali berpusat pada nikmat dan kasih sayang-Nya.

Sedangkan nikmat dan kasih sayang/rahmat merupakan salah satu bukti keberadaan sifat rububiyah Alloh, Dia tidak pernah lepas dari sifat penyayang dan pemberi nikmat, dan hal itu termasuk sebab yang mengharuskan penyembahan ditujukan kepada-Nya. Dialah sesembahan yang hak, walaupun orang-orang yang menentang bersikeras menentang-Nya dan orang-orang musyrik tetap bersikukuh dengan kesyirikannya.

Maka barang siapa merealisasikan makna-makna yang terkandung dalam surat Al Fatihah, mengilmuinya, mengetahui dan mengamalkannya, serta turut menciptakan keadaan yang diinginkannya, sungguh dia telah meraih kejayaan terbesar dengan amalnya dan Ubudiyah/penghambaannya (kepada Alloh) menjadi Ubudiyah khaashshah (penghambaan khusus) yaitu tingkatannya orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Alloh di antara kalangan orang-orang awam yang beribadah. Wallohul musta’aan.

kiat membuang pikiran kotor

Filed under: Science - pras ari @ 1:24 am

Pertanyaan:
assalamu’alaikum.
ustadz, saya ingin bertanya: Bagaimana caranya untuk menghilangkan pikiran kotor? karena hal itu membuat saya tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Apakah saya harus diruqyah? dan apakah saya harus segera menikah? terima kasih.
wassalamu’alaikum.

Jawaban Ustadz:
‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal
berikut:

Pertama
Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.

Kedua
Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.

Ketiga
Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.

Keempat
Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.

Kelima
Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.

Keenam
Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam , bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam.

April 25, 2006

Protected: Partial Discharge

Filed under: Electrical Engineering - pras ari @ 10:25 am

This post is password protected. To view it please enter your password below:

9 mimpi Rasulullah s.a.w

Filed under: Dinul Islam - pras ari @ 3:25 am

emoticon assalamu’alaikum wrt wbt..
marilah sahabat2ku sama2 kt hayati…
"Nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya
aku telah mengalami mimpi-mimpi yang
menakjubkan pada malam aku sebelum di
Israqkan."

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah
didatang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg
amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya,
maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu
disebabkan oleh KETAATAN DAN
KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA
IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah
disediakan azab kubur yang amat menyiksakan,
maka ia telah diselamatkan oleh berkat
WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang
dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis
lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat
ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan
rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam
yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai
tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi
SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK
MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari
seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat
berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga
dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah
pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA
ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa
puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati
kumpulan para nabi yang sedang duduk
berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia
akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB
DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil
memimpinnya ke kumpulanku seraya duduk
disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di
dalam keadan gelap gelita disekelilingnya,
sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung,
maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA
YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu
mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat
yang terang-menderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan
golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun
membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT
SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA
BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu
menyeru kepada mereka agar menyambut
bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis
percikan api ke mukannya, maka segeralah
menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS
KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan
kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH
SAW, "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA
UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN
SEPOTONG AYAT" Jangan terlalu fikirkan esok
hari yang kita sendiri tak pasti samaada kita
masih bernafas lagi atau tidak. Jangan difikirkan
peristiwa lampau yg takkan dapat mengubah apa2
keadaan pun. Fikirlah apa yg kita hendak buat
sekarang. Dan pasti kan apa yg kita buat utk hari
ini adalah yg terbaik. Kerana perkara yg terbaik
kita buat hari ini akan menghasilkan keputusan yg
baik utk esok. Yang seterusnya menjadi kenangan
manis untuk kita pada masa akan datang."

April 22, 2006

..pedoman buat muslimin dan muslimat……

Filed under: Dinul Islam - pras ari @ 2:40 am
Air Mata Nabi Adam

Tahukah saudara semenjak Nabi Adam terkeluar
dari syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis
selama 300 tahun . Nabi Adam tidak mengangkat
kepalanya ke langit kerana terlampau malu
kepada Allah swt.

Beliau sujud di atas gunung selama seratus
tahun. Kemudian menangis lagi sehingga air
matanya mengalir di jurang Serantip. Dari air mata
Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu
manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung
telah meminum air mata beliau. Burung itu
berkata, "Sedap sungguh air ini."

Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut.
Beliau menyangka burung itu sengaja
mengejeknya kerana perbuatan derhakanya
kepada Allah. Ini membuatkan Nabi Adam
semakin hebat menangis. Akhirnya Allah telah
menyampaikan wahyu
yang bermaksud, " Hai Adam , sesungguhnya
aku belum pernah menciptakan air minum yang
lebih lazat dan hebat dari air mata taubatmu itu."

Apa Yang Akan Ditanya:

Dalam sehari ada 24 jam.? Dalam sejam
manusia bernafas sebanyak 4320 kali. Dalam
setiap kali bernafas Allah akan tanya dua perkara
semasa nafas keluar dan masuk. Pertanyaan itu
ialah, "Apa perbuatan yang kita lakukan semasa
nafas itu keluar dan masuk?

Tiga Cahaya Di Hari Kiamat

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu
dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah
manusia yang ketika di dunia, mereka akan
meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan
mengambil air sembahyang apabila terdengar
azan.

Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang
mengambil air sembahyang sebelum azan.

Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti
matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di
dalam masjid sebelum azan lagi."

Kala Jengking Neraka

Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari
neraka jahanam yang bernama "Huraisy" berasal
dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari
timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti
jarak langit dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau
hendak ke mana dan siapa yang kau cari?
"Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari
limaorang. Pertama, orang yang meninggalkan
sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu
keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka
kepada ibubapanya. Keempat, orang yang
bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima ,
orang yang suka minum arak."

Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat
yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga
keakhir hayat , Insya’Allah .

April 21, 2006

cara2 menjaga OTAK agar senang menerima ilmu

Filed under: Science - pras ari @ 4:26 am

 emoticon

1. Tidak mau sarapan. (kecuali puasa)
Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal
tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari
menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah.
Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi
pada otak yang akhirnya berakhir pada
kemunduran otak.

2. Kebanyakan makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh
otak yang biasanya menuntun kita pada
menurunnya kekuatan mental.

3. Merokok.
Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan
pada otak kita. Bayangkan, otak kita bisa
menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-
fungsinya. Tak ayal diwaktu tua kita rawan
Alzheimer.

4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula.
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi
penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh
kekurangan nutrisi dan perkembangan otak
terganggu.

5. Polusi udara.
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak
menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan
dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak
efisien.

6. Kurang tidur.
Tidur memberikan kesempatan otak untuk
beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-
sel otak justru mati kelelahan.

7. Menutup kepala ketika sedang tidur.
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan
kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena
karbondioksida yang diproduksi selama tidur
terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan
heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit.
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh
sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan
otak.

9. Kurangnya stimulasi otak.
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja
otak. Kurang berpikir justru membuat otak
menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.

10. Jarang bicara.
Percakapan intelektual biasanya membawa efek
bagus pada kerja otak.
wassalamu’alaikum …

Rasulullah saw sebik baik teladan

Filed under: Dinul Islam - pras ari @ 3:53 am

 
Rasulullah suri teladan   

Bulan Rabiul awal merupakan bulan ekspresi

kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. Hari-hari pada
bulan ini banyak digunakan untuk mengenang
kebesaran dan jasa-jasanya. Beliau adalah manusia
pilihan; bukan pilihan rakyat lewat Pemilu, tetapi
manusia pilihan Allah SWT, Zat Yang Mahamulia.
Dialah manusia mulia yang telah menunaikan amanah,
menyampaikan risalah, membina umat, dan
membebaskan manusia dari penyembahan kepada
manusia menuju pada penyembahan kepada Pencipta
manusia. Keluhuran Beliau diakui oleh dunia.
Pengakuan tentang hal ini muncul dari bukan Muslim
sekalipun. "Jika kita mengukur kebesaran dengan
pengaruh, ia adalah seorang raksasa sejarah. Ia
berjuang meningkatkan tahap ruhaniah dan moral
suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban
karena panas kegersangan gurun. Dia berhasil lebih
sempurna dari pembaharu manapun. Belum pernah ada
orang yang begitu berhasil mewujudkan
mimpi-mimpinya seperti dia," tulis Will Durant
dalam The Story of Civilization.

Mengikuti Rasulullah saw.

Hal terpenting saat mengingat Nabi Muhammad saw.
adalah menjadikannya sebagai suri teladan,
mencintainya, dan mengikutinya (ittibâ’).
Keharusan mencontoh Rasulullah saw. bukan
semata-mata didasarkan pada ketentuan dari
nash-nash al-Quran, melainkan juga fakta sejarah.
Bukankah tidak ada manusia yang lebih mulia
daripada Rasulullah saw.? Bukankah hanya Beliau
yang akan mengantarkan manusia hidup selamat
dunia-akhirat melalui Islam yang dibawanya?
Berkaitan dengan mengikuti Rasul ini ada tiga
prinsip yang penting dicamkan.

Pertama: makna ittibâ’ (mengikuti Rasul) adalah
mengikuti syariat yang dibawa oleh Rasulullah saw.
Allah SWT berfirman:

]وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ]

Apa saja yang dibawa Rasul kepada kalian,
terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian,
tinggalkanlah; dan bertakwalah kalian kepada
Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras
hukuman-Nya. (QS al-Hasyr [59]:7).

]وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا
أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُبِينًا[

Tidaklah patut bagi laki-laki Mukmin maupun bagi
perempuan Mukmin, jika Allah dan Rasul-Nya telah
menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka
pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Siapa
saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka
sesungguhnya dia telah sesat secara nyata. (QS
al-Ahzab [33]: 36).

Bahkan, kesediaan mengikuti ketetapan dan
keputusan hukum Rasulullah saw. merupakan cerminan
dari keimanan. Tidak ada keimanan tanpa ketaatan
pada syariat Islam (Lihat: QS an-Nisa [4]: 65).

Kedua, syariat Islam diturunkan oleh Zat Yang
Mahatahu tentang seluruh manusia dengan segala
aspek kemanusiaannya. Perbedaan suku, bangsa,
bahasa, tempat dan waktu hidup bukanlah pembatas
ataupun penghalang bagi penerapan syariat Islam.
Kewajiban penerapan syariat tetap dapat
dilaksanakan sepanjang masa. Karenanya, mengikuti
(ittibâ’) Rasulullah merupakan perkara yang tetap
relevan sekalipun pada zaman modern sekarang ini.
Kemajuan sains dan teknologi bukanlah masalah
dalam penerapan syariat. Sebab, sains dan
teknologi hanya mengubah sarana hidup, tetapi
tidak mengubah metode hidup dan kehidupan.

Ketiga, mengikuti Rasulullah saw. adalah sesuai
dengan fitrah manusia. Betapa tidak, Islam yang
dibawanya sesuai dengan fitrah manusia. Setiap
ajaran Islam berupa akidah, ibadah, muamalah dalam
bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya pasti
sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, Islam berasal
dari Allah, lalu diperuntukkan bagi manusia yang
juga diciptakan oleh Allah SWT. Bukan hanya itu,
mengikuti Rasulullah adalah ladang kebaikan,
perolehan kasih sayang, dan limpahan ampunan.
Alllh SWT berfirman:

]قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ[

Katakanlah, "Jika kalian (benar-benar) mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai
kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran
[3]: 31). 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King